Wabup : Kalau Tidak Punya Goodwill, Trackindo Keluar Saja dari Sumbawa Barat - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 31 Oktober 2016

Wabup : Kalau Tidak Punya Goodwill, Trackindo Keluar Saja dari Sumbawa Barat


Fud Syaefuddin
Sumbawa Barat (SumbawaKini) - Pemerintah Daerah Sumbawa Barat, memberi deadline sampai tanggal 2 Nopember lusa, kepada PT Trackindo Utama (perusahaan sub kontraktor PTNNT dibidang penyewaan alat berat) untuk memastikan tidak ada karyawan lokal yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) atau dipindahkan ke lokasi proyek Trackindo di luar proyek Batu Hijau (ke daerah lain). 

"Deadline-nya sampai tanggal 2 Nopember lusa. Jika Trackindo tetap pada sikapnya akan mem PHK atau memindahkan karyawan lokal ke tempat lain, maka ancaman saya sebelumnya, akan dilaksanakan," tegas Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin, kepada SumbawaKini, Senin (31/10).

Ancaman yang dimaksud Wabup adalah rekomendasi dari Pemerintah Daerah kepada operator baru tambang Batu Hijau (PT Amman Mineral Internasional - PTAMI)  untuk tidak lagi menggunakan jasa Trackindo di proyek Batu Hijau, jika proses peralihan operator dari Newmont ke AMI terlaksana nanti. 

"Percuma kita menggunakan jasa perusahaan yang tidak punya kepedulian, rasa memiliki dan kontribusi bagi masyarakat lokal maupun daerah. Banyak perusahaan lain yang bisa bekerja lebih baik dari Trackindo dan mau memperhatikan masyarakat maupun pekerja lokal," cetus Wabup.

Sikap keras Pemda, kata Wabup, sesungguhnya juga memberi keuntungan bagi Trackindo. Ia menjelaskan ketika karyawan lokal yang dipekerjakan, maka kinerja perusahaan akan lebih efektif dan efesien. Dengan demikian, cost yang mesti dikeluarkan karyawan maupun perusahaan akan bisa ditekan.

"Daerah ini milik karyawan lokal sumbawa barat. jangan yang tidak mau dipaksa pindah. toh banyak karyawan non lokal yang bisa diperkejakan ditempat lain. Kalau tetap disini kan, minimal mereka tidak perlu berfikir untuk beli rumah atau sewa. Kalau ditempat lain, tentu persoalan-persoalan kecil seperti ini harus dipikirkan, nanti ujung-ujungnya berimbas ke kinerja dan yang rugi perusahaan sendiri," beber Wabup.

Soal posisi Trackindo sendiri yang mungkin dalam kondisi dilematis sehubungan dengan akan beralihnya operator tambang, dimana belum tentu perusahaan tersebut akan tetap 'dipakai' oleh operator yang baru, Wabup menegaskan bahwa hal itu merupakan persoalan lain.  Yang jelas, kata Wabup, ketika Trackindo masih berada di Batu Hijau artinya perusahaan itu masih beroperasi di KSB. Jadi karyawan lokal harus dihargai. 

"Kalau tetap tidak mau, kami akan rekomendasikan agar tidak dipakai lagi. Ngapain kita pakai perusahaan yang tidak peduli terhadap orang lokal. Padahal itu tanggungjawab sosial mereka ditempat mereka bekerja dan menggunakan hak mereka untuk hidup dan berusaha. Kita sebagai orang lokal juga ingin mempertahankan hak hidup kita," ungkapnya.

Wabup menyatakan yakin, jika profesional maka management Trackindo pasti akan datang menemui Pemerintah Daerah pada hari terakhir deadline yang diberikan (tanggal 2 oktober).

"Saya tidak mau bersurat atau mereka menjawab secara tertulis. Saya ingin ketemu langsung. Kita berhadapan secara gentle lah, membahas masalah ini sesuai fakta. Saya harap Trackindo punya political will sebagai bagian dari Sumbawa Barat, karena kami sudah menganggap mereka sebagai bagian dari daerah ini. Kalau tidak ya keluar dari Sumbawa Barat," tandas Wabup.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com