Lagi, Petugas Gagalkan Pengiriman Illegal Bibit Lobster - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Selasa, 11 Oktober 2016

Lagi, Petugas Gagalkan Pengiriman Illegal Bibit Lobster



Poto Tano (SumbawaKini) - Petugas dari Balai Karantina Ikan Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, bersama aparat Kepolisian dari KP3 setempat berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 8.400 ekor bibit lobster dalam operasi terpadu yang dilaksanakan Selasa dini hari (11/10). 

Dalam operasi tersebut petugas menyita sekitar 8.400 ekor bibit lobster yang akan dikirim secara illegal ke luar negeri. 

Kordinator Karantina Ikan Pelabuhan Poto Tano,  Tedi Eko, kepada SumbawaKini, mengatakan bibit udang lobster itu diisi dalam tiga kardus yang dibawa bus malam Dunia Mas Nopol EA 7324 L. 

"Barang bukti berupa bibit lobster telah kami amankan di karantina. Sedangkan sopir bus yang membawa bibit lobster tersebut  diamankan oleh pihak KP3 Poto Tano untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tedi.

Operasi rutin terpadu menurutnya, tetap dilakukan setiap hari di pelabuhan Poto Tano, sebagai upaya antisipasi kasus penyelundupan bibit libster maupun komodity lain melalui pelabuhan yang nerupakan pintu gerbang Pulau Sumbawa itu.

“Dalam dua bulan terakhir, kami telah berhasil menggagalkan tiga kali
penyelundupan bibit udang lobster dari tempat yang berbeda,” sebutnya.

Tedi menjelaskan,  larangan pengiriman bibit udang lobster  telah
dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP)
Nomor 1 tahun 2015, tentang larangan penangkapan Lobster, Kepiting dan
Rajungan dibawah ukuran. 

“Adapun bibit lobster yang disita, telah kami lepas di Pulau Kenawa tadi pagi (11/10)  sekitar pukul 09.00
wita yang disaksikan oleh pihak Kepolisan, TNI, Karantina Pertanian dan DKP Sumbawa Barat,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, aktifitas pengiriman bibit lobster secara illegal yang dilakukan oknum pengusah nakal menggunakan modus pengiriman lewat paket yang dikirim melalui bus atau angkutan lainnya.  Dengan demikian jika petugas tidak teliti, pengiriman tersebut akan sulit terdeteksi.  

"Kami akan terus intens melakukan pengawasan dan apabila kami temukan akan tetap kami sita tanpa pandang bulu," tandas Tedi.(RH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com