Ini Dia Wasit Sepak Bola Perempuan Satu-satunya di NTB - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Sabtu, 29 Oktober 2016

Ini Dia Wasit Sepak Bola Perempuan Satu-satunya di NTB


Rina Rawianou (foto: FB/rinarawianou)
Menjadi seorang wasit sepak bola selama ini identik sebagai profesi khusus kaum lelaki. Tetapi di Sumbawa Barat, profesi pengadil di lapangan hijau itu, juga digeluti seorang perempuan. Ya, seorang perempuan. Yang membanggakan, ia merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi wasit sepak bola di NTB dan salah satu dari hanya 12 orang wasit perempuan di seluruh Indonesia.

***
Tertinggal tiga gol sampai paruh kedua pertandingan final cabang sepak bola Porkab III Sumbawa Barat, Jum’at sore (28/10), membuat kesebelasan Seteluk mesti bekerja keras. Beberapa kali mereka terlihat kesulitan menembus pertahanan barisan belakang tuan rumah Persital Taliwang. Sang pelatih-pun harus merubah strategi, memanfaatkan lebar lapangan dan memaksimalkan peran pemain sayap untuk menyuplai bola ke lini depan guna mengejar ketertinggalan dan memuaskan rasa kecewa supporter di luar lapangan yang tidak henti bersorak memberi semangat, berharap ada gol balasan. Apalagi di podium utama juga ada Bupati dan wakil bupati bersama sejumlah pejabat lainnya yang menyaksikan langsung pertandingan bergengsi itu.

Di sisi kanan lapangan seorang perempuan cantik berambut sebahu diikat, berseragam wasit dan memegang bendera tampak berlari mengikuti pergerakan pemain. Ia melambaikan bendera sambil menunjuk satu titik di rusuk kiri pertahanan Persital Taliwang, tempat salah seorang pemain sayap kanan Seteluk berdiri dalam posisi off side. Meski pemain tersebut terlihat tidak puas atas keputusannya mengangkat bendera tanda telah terjadi pelanggaran, hakim garis perempuan bertubuh atletis itu tetap teguh atas keputusannya.

Beberapa menit berikutnya, umpan lambung dari pemain tengah Seteluk langsung menusuk ke jantung pertahanan Persital. Umpan tersebut disambut mulus pemain depan, lalu melakukan gocekan melewati satu pemain dan langsung membawa bola masuk ke area gawang. Tapi belum sempat melakukan shooting, seorang pemain belakang Persital melakukan tackling keras. Si striker terjatuh, sementara dari sisi lapangan, perempuan yang bertugas selaku hakim garis dengan sigap mengangkat bendera tanda telah terjadi pelanggaran. Wasit langsung membunyikan pluit dan berlari sambil menunjuk titik putih di depan gawang yang berarti hadiah finalti bagi Seteluk.

Foto bersama Berpose sebelum memimpin pertandingan
Satu gol dari titik putih itu cukup membuat puas penonton meski Kesebelasan Seteluk harus menanggung kekalahan dengan skor akhir 3-1. Pertandingan berjalan lancar tanpa ada protes apapun dari pemain, official maupun penonton atas kinerja wasit maupun hakim garis.

Hakim garis perempuan yang terlibat dalam pertandingan itu adalah Rina Rawianou yang sejak 2015 resmi mendapatkan lisensi C3 sebagai satu-satunya wasit perempuan di NTB. Sejak resmi menjadi wasit Rina sudah terlibat dalam berbagai pertandingan resmi yang digelar di Sumbawa Barat.

 “Apapun keputusan yang saya ambil ketika bertugas di lapangan murni berdasarkan apa yang saya lihat dan amati. Alhamdulillah selama menjadi wasit saya belum pernah mendapat protes keras dari pemain maupun pelatih. Intinya seorang wasit harus bisa bersikap tegas dan tidak memihak atas apapun keputusan yang diambil saat di lapangan,” ujar Rina, saat berbincang dengan SumbawaKini, usai pertandingan.

Kecintaan yang demikian besar terhadap sepak bola, menjadi alasan paling kuat yang melatarbelakangi keputusan Rina menjadi wasit. Perempuan kelahiran 10 Februari 1983 itu, lahir ditengah keluarga pecinta bola. Ayahnya, R Mustami LM, merupakan mantan penjaga gawang Persisum (klub sepak bola Kabupaten Sumbawa) di era 70 - 80-an. 

Saudara-saudaranya-pun tercatat sebagai pemain sepak bola. Sejak kecil Ia selalu diajak menonton ketika sang ayah atau saudaranya bertanding. Tidak jarang Ia ikut bermain bola bersama anak laki-laki di kampungnya. Jadi tidak heran perempuan lajang yang juga bekerja di Dinas Parisiwisata Sumbawa Barat itu, sangat piawai memainkan si kulit bundar.  Kecintaannya, bahkan membuat Rina pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Namun karena di NTB belum dipertandingkan dan tidak ada klub sepak bola perempuan,  impian itu terpaksa dipendam.

Menjadi wasit kemudian menjadi pilihan Rina. Tahun 2015 ia mengikuti seleksi wasit yang dilaksanakan Pengcab PSSI Sumbawa Barat dan berhasil lolos. Ditahun yang sama ia langsung terjun sebagai wasit dalam pertandingan resmi pertamanya di liga PSKT Sumbawa Barat. Dalam waktu dekat Rina berencana mengikuti seleksi lanjutan untuk mendapatkan lisensi C2 Nasional.

“Dengan bekal lisensi C3 saat ini, setidaknya saya bisa membuktikan bahwa perempuan juga mampu menjadi pengadil di lapangan. Saya juga merasa bangga dan senang sekali karena keberadaan saya sebagai wasit wanita diterima dengan baik dan teman-teman sangat membantu serta mendukung saya,” ungkapnya.

Rina mengakui menjadi wasit sebenarnya tidak gampang. Perasaan grogi dan was-was serta takut salah dalam mengambil dan membuat keputusan setiap terlibat dalam pertandingan pasti selalu ada. Tetapi ia yakin ketika setiap keputusan diambil dengan tegas tanpa memihak, pasti tidak akan ada persoalan.  Karenanya Ia berharap perempuan Indonesia tidak perlu merasa takut untuk menggeluti profesi itu agar kedepan akan lebih banyak lagi wasit perempuan di Indonesia.

“Mungkin karena saya seorang perempuan yang terkadang di anggap remeh, jadi perasaan was-was kadang muncul. Tapi itu wajar sekaligus tantangan bagi kaum perempuan yang ingin  menggeluti profesi ini,” pungkasnya.(EZ)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com