Warga Stober ‘Serbu' Kantor PLN Alas - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Sabtu, 24 September 2016

Warga Stober ‘Serbu' Kantor PLN Alas




Surat Perjanjian PLN


Sumbawa Besar (Sumbawa kini)---Puluhan warga dusun Stoe Brang (Stober), desa Luar, kecamatann Alas, Sumbawa, Sabtu malam, (24/09/2016) ‘menyebu’ kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Alas.

Kedatangan warga  ke kantor PLN terkait seringnya pemadaman listrik hanya di wilayah Stober saja, sementara di dalam  Kota Alas listrik tetap menyala. Padahal jarak antara kota Alas dengan Stober hanya dibatasi sungai  Brang Ode.

Pemadaman di Stober hampir setiap malam terjadi. Menurut petugas piket PLN, mesin pembangkit listrik di kantor PLN Alas hanya diperuntukan bagi pelanggan dalam kota, sementara Stober berasal dari pembangkit listrik yang ada di Sumbawa Besar.

Warga  sempat emosi atas  perlakuan diskriminatif ini dan berusaha mencari pimpinan  PLN ranting Alas. Hanya saja, tidak seorangpun pimpinan berada di kantor tersebut. “Pimpinan kami sedang berada diluar daerah,” ujar salah seorang petugas piket PLN.

Petugas tersebut kemudian berusaha menghubungi pimpinan mereka melalui telpon. Perwakilan warga disuruh berkomunikasi langsung dengan pimpinan tadi yang katanya tengah berada di pulau Lombok.

Setelah komunikasi tersebut terjadi, listrik diwilayah Stober langsung dinyalakan. “Kami tidak terima dengan perlakuan diskriminatif  yang dilakukan PLN,” ujar salah seorang warga. 

Warga meminta agar listrik kota Alas dengan dusun Stober dimasukan dalam satu jaringan sehingga bila terjadi pemadaman tidak ada yang diprioritaskan. “Kami tidak keberatan jika dalam kota dengan tempat kami listrik hidup dan mati bersamaan,” kata mereka.

Yang  terjadi selama ini, kota Alas jarang pemadaman, sementara Stober setiap hari terjadi pemadaman. “Ndak siang, ndak malam tempat kami selalu mati listrik. Matinyapun  berjam-jam lamanya, dan yang lebih mengecewakan selalu pada jam saat warga beribadah,” ujar warga. 

Warga mengancam akan melakukan somasi terhadap PLN jika perlakuan ini terus terjadi. Pasalnya, managemen PLN telah membuat surat perjanjian diatas materai yang isinya tidak akan melakukan pemadaman diluar jadwal. 

Pada saat perjanjian dibuat, Camat, Danramil dan Kaplsek Alas ikut membubuhkan tanda tangan sebagai saksi. (cep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com