Polisi Perairan Ringus Pengebom Ikan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 09 September 2016

Polisi Perairan Ringus Pengebom Ikan

tersangka Hamdan

Sumbawa Besar, (Sumbawakini)--Satuan Polisi Perairan Unit Kapal Paroli Alas, Polres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,  Kamis sore (8/9/2016) berhasil menangkap salah seorang nelayan yang tengah melakukan pengebom ikan disekitar perairan Gili Serange, Kecamatan Alas.

Dalam penangkapan ini, Polair berhasil meringkus,  Hamdan,  warga desa Pulau Kaung, kecamatan Buer, yang  tengah melakukan aksi pengeboman ikan bersama dua orang rekan lainnya yang berhasil meloloskan dari.

Komandan Kapal  Patroli Polair Alas, Brigadir Budi Santoso yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan ini.   Menurutnya, saat penangkapan, tersangka bersama dua rekan lainnya tengah mengumpulkan ikan yang baru saja di bom. 

Kata Brigadir Budi, tersangka bersama rekannya saat itu tidak menduga jika  Polair   berada  tidak jauh dari posisi mereka karena pihakknya tengah  melakukan penyamaran sebagai nelayan dengan menggunakan  sampan nelayan.

Saat bom ikan baru saja diledakan,  dirinya bersama anggotanya langsung mengarakan perahu menuju lokasi pengeboman yang berjarak tidak jauh dari lokasi mereka. 

Begitu mengetahui kedatangan aparat, dua sampan lainnya langsung melarikan diri, sementara tersangka Hamdan berhasil diringkus.  "Dua tersangka berhasil kabur menggunakan perahu, sementara tersangka Hamdam berhasil kami  diringkus bersama sejumlah  barang bukti," ujar Budi.

Menurut Budi, tersangka sudah lama menjadi inceran aparat, hanya saja baru saat ini berhasil diringkus. Dari tangan tersangka berhasil disita satu perahu beserta mesin ketinting, ikan hasil pengeboman, kompresor dan sejumlah alat bantu menyelam. "Tersangka langsun kami kirim ke Polres Sumbawa untuk pengembangan penyidikan,"  sebut Budi.

Sejak setahun terakhir pihaknya berhasil menangkap sejumlah pelaku pengeboman ikan dan masuk ketahap persidangan. Hanya saja, hukuman yang dijatuhkan tidak ada yang maksimal sehingga tidak ada epek jera bagi pelaku.  "Sayangnya  semua pelaku tidak ada yang dijatuhkan hukuman maksimal," sesalnya. (cep)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com