Juara Dunia Kalah di Mantar - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Senin, 05 September 2016

Juara Dunia Kalah di Mantar

*TRoI Seri III Berlangsung Sukses

Peserta TRoI Seri III (foto: PapuDaengOyang)
Sumbawa Barat (SumbawaKini) – Juara dunia paralayang tahun 2012 – 2013 pada nomor ketepatan mendarat, Lis Andriana dari Kalimantan Timur, harus menerima kekalahan di ajang Kejuaraan Nasional Para Gliding Trip of Indonesia (TRoI) Seri III yang dilaksanakan di Desa Mantar, Kecamatan Poto tano. Lis harus puas menempati juara II dan mengakui kehebatan atlet paralayang dari Provinsi Jawa Tengah, Eka Mesti Wulandari yang berhasil menjadi juara pertama pada kelas senior putri. Di posisi ketiga ditempati atlet paralayang dari Jawa Timur, Ike Ayu Wulandari.

Wabup bersama perwakilan Kemenpora berfoto bersama
para juara pada penutupan TRoI Seri III Mantar
Sementara di kelas senior putra, atlet dari provinsi Sulawesi Tenggara, Fadli Daeng Salasa, merebut juara pertama dengan mengungguli pesaing kuatnya dari Jawa Barat, Asep Maryana. Diposisi ketiga ditempati Hening Paradigma dari Jawa Tengah, sedangkan posisi empat dan lima ditempati Wahyu Yuda dari DKI Jakarta dan Ikhwan Wikdani dari Sumatera Barat.

Pada kelas junior putra dan putri, para atlet dari provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mendominasi perolehan juara. Di kelas junior putra, tiga urutan teratas seluruhnya direbut atlet Sumbar, yakni Syukriadi Hamzah, juara pertama, dan Syafri Rahman serta Yuda Maisa masing-masing diposisi kedua dan ketiga. Atlet junior putra dari Jawa Timur, Imam Muslimin dan Kurnidi Rusandi dari DKI Jakarta harus puas menempati posisi keempat dan kelima.
Sedangkan di kelas junior putri, Gita Rezky YG dari Jawa Barat, harus puas menempati posisi ketiga dibawah Delfy Yoeseva dan Renita Dewiya dari Sumbar yang merebut juara pertama dan kedua.

Secara umum pelaksanaan TRoI Seri III di Mantar berlangsung sukses. Kegiatan tersebut tidak hanya sukses dalam pelaksanaan tetapi juga sukses mengantarkan Mantar sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Sumbawa Barat, menjadi lebih dikenal. Itu diakui oleh Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Sumbawa Barat, Deden Zaidul Bahri, saat berbicara atas nama panitia pelaksana TRoI Seri III pada acara penutupan sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang yang dilaksanakan Minggu malam (4/9) di Pantai Lampu Hijau, Poto Tano.
“Kami berterimakasih kepada segenap panitia yang telah bekerja keras selama Kejurnas ini berlangsung dan sukses tanpa ada accident. Memang masih ada kekurangan tetapi itu menjadi catatan bagi kami di daerah agar kedepan lebih baik lagi dan Mantar bisa menjadi tuan rumah untuk kejuaraan dunia,” ujar Deden.

Deden Zaedul Bahri
Deden juga berharap para peserta, termasuk atlet dari Amerika, Vietnam, Korea Selatan, Filipina Tailand, Bosnia dan Rusia yang ikut terbang selama kejuaraan berlangsung di Mantar, untuk membawa pulang dan menyebarluaskan kesan baik selama berada di Mantar ke daerah dan negara masing-masing.
“Mantar bukan hanya surga bagi penggila olahraga paralayang, tetapi juga surga bagi wisatawan karena ada kekhasan budaya, sejarah dan keindahan alam yang patut untuk dikunjungi siapapun,” imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin yang menutup secara resmi TRoI seri III, mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk pengembangan Mantar sebagai desa budaya dan lokasi kejuaraan paralayang berskala internasional. Tahun 2016 ini, kata Wabup, Pemda akan membuka akses jalan baru, bukan hanya untuk kemudahan masyarakat, tetapi juga untuk kepentingan olahraga paralayang untuk mempercepat waktu tempuh dari lokasi mendarat menuju landasan. “Kalau sebelumnya waktu tempuh bisa sampai 30 – 40 menit nantinya mungkin bisa 15 menit,” ujarnya.
Wabup pada kesempatan tersebut juga mengusulkan agar Kemenpora, menggagas event olahraga berskala internasional dimana Mantar menjadi pusat kegiatan, seperti halnya Kementerian Pariwisata melaksanakan event Sail Moyo dan Tambora Menyapa Dunia. “Mantar ini selain punya kekhasan budaya, sejarah dan pemandangan yang indah, juga terkoneksi dengan pulau Lombok, serta pulau-pulau kecil di Selat Alas dan pulau – pulau indah lainnya di Sumbawa,” sebutnya.


Usulan Wabup itu, ditanggapi positif oleh Kepala Bidang Pengelolaan Olahraga Petualangan, Tantangan dan Wisata pada Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kemenpora, Bambang Hermansyah yang hadir dalam acara tersebut.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com