Diserang Penyakit, Produksi Rumput Laut Kertasari Anjlok - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Kamis, 01 September 2016

Diserang Penyakit, Produksi Rumput Laut Kertasari Anjlok

Aktifitas petani rumput laut 
Sumbawa Barat (SumbawaKini) – Tanaman rumput laut milik petani di Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, mengalami  serangan penyakit yang sangat parah sehingga volume produksi menurun hingga 60 persen. 

Kepala Desa Kertasari, Burhanuddin, kepada SumbawaKini, Rabu (31/8), menyatakan serangan penyakit tersebut sudah terjadi sejak bulan Juni lalu. “Sudah beberapa bulan ini. Kemungkinan itu adalah penyakit ice – ice, karena rumput laut yang terserang berwarna putih. Serangannya sangat parah sehingga jumlah produksi menurun drastis. Bahkan banyak yang tidak bisa panen,” ujar Burhanuddin.

Memasuki musim tanam kedua sejak Juni, kata Burhanuddin, petani bahkan tidak bisa panen sama sekali. Padahal dalam kondisi normal, produksi rumput laut bisa mencapai 60 ton setiap panen.
“Sekarang begitu seminggu ditanam sudah langsung mati. Petani terpaksa menanam ulang dan kembali diserang,” katanya.

Ia mengaku persoalan tersebut sudah dilaporkan kepada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Peternakan (BKP5K).
“Ada penyuluh yang bertugas, BKP5K juga sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mengambil sample rumput laut yang terserang. Tetapi sampai saat ini belum ada hasilnya,” timpal Burhanuddin.

Desa Kertasari, merupakan sentra rumput laut di Kabupaten Sumbawa Barat. Sebagian besar penduduk desa tersebut (sekitar 800 jiwa) menggantungkan hidup dari menanam rumput laut. Apalagi saat ini harga rumput laut cenderung turun sekitar Rp 7 ribu per kg.

"Sudah dua musim panen sejak bulan Juni lalu, petani selalu gagal panen karena serangan penyakit ini. Meski petani tidak menyerah dan tetap menanam, kami minta pemerintah segera turun tangan,” pungkas Burhanuddin.(EZ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com