Wabup : Aparatur Jangan Coba - coba Selingkuh - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 28 Agustus 2016

Wabup : Aparatur Jangan Coba - coba Selingkuh

Wabup Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin
Sumbawa Barat (SumbawaKini) – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) dan komponen lainnya yang menjadi bagian dari birokrasi untuk tidak coba-coba berselingkuh (menjalin hubungan gelap).
“Kalau ada aparatur yang berselingkuh pasti akan kita proses dan diberi tindakan tegas. Jangan coba-coba,” kata Wabup, dalam sambutannya dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Alumni Perintis ) SMA Negeri 1 Taliwang angkatan 1994 (KANTI 94) di Villa Pasir Putih, Labuhan Lalar, Taliwang, Minggu (28/8).

Wabup menyatakan kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga aparatur, keluarganya, sekaligus menjaga citra daerah. Perselingkuhan menurut Wabup akan berimbas pada kondisi rumah tangga, kinerja dan juga munculnya  dorongan untuk melakukan perbuatan – perbuatan buruk lainnya. “Ada yang bilang kok urus selingkuh Pak ?. Ini sebenarnya bentuk perhatian kami terhadap keluarga aparatur. Kasihan istri, kasihan anaknya, kasihan juga daerah ini. Kalau kinerjanya sebagai aparatur menurun tentu berimbas pada program daerah. Kalau terus dibiarkan, citra daerah ini juga akan rusak dan keluarganya berantakan,” ujar Wabup menegaskan.

Selain masalah selingkuh, Wabup juga menyinggung upaya mengantisipasi korupsi dengan sejumlah program yang dicanangkan Pemerintah Daerah, seperti sholat berjamaah di masjid waktu dhuhur  dan ashar. Program yang telah dimasukkan sebagai jam kerja pegawai itu, menurutnya, merupakan salah satu upaya untuk membentengi aparatur dari keinginan untuk melakukan perbuatan menyimpang termasuk korupsi. “Ketika di kantornya muncul niat ingin korupsi atau selingkuh tapi karena nanti dhuhur dan ashar harus sholat berjamaah niat itu tidak dilaksanakan. Kalau ini dilaksanakan secara ikhlas, Insyaallah tidak ada korupsi di KSB,” katanya.

Ia mengingatkan perbuatan seperti selingkuh dan korupsi hanya kesenangan sesaat. Disatu sisi pelakunya akan terus dihantui perasaan bersalah, terhadap pasangan dan keluarganya, serta perasaan takut karena bisa saja perbuatannya itu berimbas secara hukum. “Sekarang seluruh proyek penunjukkan langsung di SKPD kami tarik, tidak bisa seperti dulu lagi, bebas dengan catatan fee dikasi ke ke pejabat atau okum di SKPD terkait. Ini tidak boleh  lagi. Ingat sesuatu yang mudah didapat, akan mudah pula hilangnya. Syukuri saja yang ada, karena ukuran kaya seseorang itu seberapa besar rasa syukurnya,” ujar wabup mengingatkan.(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com