SPN Ancam 'Lumpuhkan' Operasional PTNNT dengan Mogok Kerja - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Jumat, 26 Agustus 2016

SPN Ancam 'Lumpuhkan' Operasional PTNNT dengan Mogok Kerja

Pabrik pengolahan bijih mineral di tambang Batu Hijau (foto : Newmont.co.id)
Sumbawa Barat (SumbawaKini) – Para pekerja PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) mengancam akan melumpuhkan operasional perusahaan tambang emas dan tembaga itu dengan melakukan aksi mogok kerja pada tangal 9 September mendatang.

Wakil Ketua Bidang Advokasi DPC SPN Sumbawa Barat, Ryan Ranjuliarda, menyatakan aksi mogok  itu dilakukan akibat tidak adanya tanggapan terhadap permintaan untuk dilakukan perundingan oleh PSP SPN kepada pemegang saham.
“Kami juga melihat adanya upaya pemberangusan serikat pekerja,” kata Ryan dalam pernyataan resmi yang diterima SumbawaKini, Jum’at.

Pemberitahuan tentang akan dilaksanakannya aksi mogok kerja itu, kata Ryan, telah disampaikan kepada pihak management PTNNT yang ada di Batu Hijau dan Direksi PTNNT melalui surat bernomor : 34/PSP/SPN/PTNNT/VIII/2016 tanggal 24 agustus 2016.
“Pemberitahuan serupa juga kami sampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja Sumbawa Barat dengan tembusan DPRD, Presiden Direktur PTNNT dan pihak terkait lainnya. Aksi mogok akan dilaksanakan pada 9 september mulai pukul 00.05 sampai pukul 17.00 wita,” jelas Ryan.

Ia menegaskan, dalam konteks perburuhan, aksi mogok kerja adalah hak dasar karyawan yang dilindungi Undang – undang ketenagakerjaan dalam rangka memperjuangkan kepentingan – kepentingan yang menjadi hak pekerja yang tidak diakomodir perusahaan.

Reaksi yang ditunjukkan para pekerja PTNNT muncul pasca bergulirnya wacana tentang uang penghargaan kepada karyawan sebagai kompensasi atas penjualan 82 persen saham PTNNT kepada PT Amman Mineral Internasional (AMI) pada Mei lalu.  

Benny Tanaya, Ketua DPC SPN KSB
Ketua DPC SPN Sumbawa Barat, Benny Tanaya, menyatakan selain karena permohonan perundingan ditolak, aksi mogok kerja yang akan dilaksanakan SPN juga sebagai bentuk penolakan terhadap tawaran formula tentang besaran uang penghargaan dari pemegang saham kepada para pekerja. SPN menilai tawaran tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan.  
“SPN tetap konsisten meminta nilai kompensasi itu sebesar 15 persen dari nilai penjualan saham NNT ke AMI,” ungkap Benny.


Para pengurus PSP SPN PTNNT didampingi DPC SPN KSB, DPD SPN NTB dan DPP SPN, pada Rabu (24/8) telah menggelar hearing dengan DPRD Sumbawa Barat terkait persoalan tersebut. Dalam hearing itu, Ketua Umum DPP SPN Iwan Kusmawan mendorong dan menyambut baik wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) penjualan saham PTNNT dan besaran kompensasi yang diberikan kepada karyawan dan Pemerintah Daerah. DPRD sendiri sepakat menindaklanjuti persoalan itu dengan pelaksanaan rapat koordinasi untuk membahas langkah selanjutnya.

Management PTNNT belum memberikan konfirmasi atas rencana aksi mogok kerja tersebut.
(EZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com