Perda Sumber PAD KSB Dibatalkan - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Sabtu, 20 Agustus 2016

Perda Sumber PAD KSB Dibatalkan

Sumbawa Barat (Sumbawa Kini) - Empat Peraturan Daerah (Perda) milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dibatalkan dalam proses evaluasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) karena bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Sebagian besar dari Perda yang dicabut tersebut merupakan Perda tentang Komisi dan Retribusi yang selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan daerah (PAD). Perda dimaksud adalah  Perda tentang komisi pertambangan, Perda Retribusi Menara Telekomunikasi dan Perda Komisi Pengadaan Barang dan Jasa. Perda - perda tersebut dianggap bertentangan dengan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, sehingga dibatalkan. 


Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Sumbawa Barat, Ahmad Yani, Jum'at, mengakui perihal pembatalan sejumlah Perda itu. 
"Perda lain yang dibatalkan adalah Perda Kewenangan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai daerah otonom yang dianggap bertentangan dengan Undang-undang Nomor : 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang mengatur mengenai Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan diatur dengan peraturan pemerintah," ungkapnya.  

Proses selanjutnya pasca pembatalan tersebut, kata Yani, sejumlah Perda itu akan diajukan kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk dibahas dan dilakukan pencabutan. 

"Mekanisme pencabutan Perda sama dengan mekanisme penetapannya, harus melalui DPRD," katanya. 

Usulan pencabutan Perda dimaksud akan diajukan ke DPRD bersama dengan pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada minggu depan.(EZ)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com