Dishutbuntan Himbau Petani Atur Pola Tanam - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 14 Agustus 2016

Dishutbuntan Himbau Petani Atur Pola Tanam




Taliwang,SumbawaKini.com--  Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Sumbawa Barat menghimbau para petani untuk memperhatikan pola tanam.
Petani disarankan tidak menanam padi saat musim kemarau basah seperti saat ini karena kelembapan membuat tanaman padi rawan terserang hama.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas  Hutbuntan KSB, IGB Sumbawanto kepada Sumbawakini.com.  Menurutnya,   musim kemarau basah tersebut  berdampak pada kondisi tanah yang rentan terhadap hama wereng.
"Memang kecendrungan petani kita untuk tetap menanam padi  pada musim kemarau basah,  padahal sangat berdampak dan berpotensi merugikan petani  karena rawan terserang Hama " ungkapnya. 
 
Sumbawanto menjelakan, Kemarau Basah adalah fenomena tingginya intensitas curah hujan pada musim kemarau. Kondisi ini harus diwaspadai karena bisa memicu terjadinya serangan hama organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya hama wereng coklat.
Kondisi tersebut terjadi karena kelembapan udara cukup tinggi  disertai  curah hujan yang juga tinggi. “Kita himbau petani untuk mengatur pola tanam  dengan tidak menanam padi   agar petani tidak merugi, ” sebutnya.
Diakuinya, sebagaian petani di Sumbawa Barat belum memahami pola tanam yang benar.  Saat kemarau basah atau MK II yang sebenarnya cocok untuk menanam tanaman jenis palawija justru dimanfaatkan untuk bercocok tanam padi.
Dalam setahun pola tanam itu berganti-ganti. Dua musim untuk ditanami padi dan satu musim ditanami tanaman jenis palawija. Jika pola tanam dilakukan secara bergantian, maka rantai perkembang biakan hama dapat diminimalisir,  jelasnya.
“Kami hanya  menyarankan petani untuk mengatur pola   tanam agar hama wereng dapat diminimalisir perkembangbiakannya,” demikian Sumbawanto. (SK_Bdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com