Corby Coorporation Investasikan 20 Juta Dolar untuk Solar Cell Poto Tano - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Rabu, 24 Agustus 2016

Corby Coorporation Investasikan 20 Juta Dolar untuk Solar Cell Poto Tano

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin bersama Vice President Corby Coorporation saat menandatangani MoU  pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang akan berlokasi di Poto Tano, Selasa malam (23/8)
Sumbawa Barat (SumbawaKini) – Corby Coorporation, perusahaan asal Korea Selatan menginvestasikan anggaran 20 juta dolar Amerika Serikat untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (solar cell) di Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat. Nota kesepahaman (MoU) pembangunan pembangkit listrik itu telah ditandatangani oleh Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin dengan Vice President Corby Corporation Su Kyu Lie, Selasa malam (23/8) di KTC, Taliwang.

Konsultan Corby Coorporation di Indonesia, Celvin Ody Teopilus Setiadi, kepada SumbawaKini usai penandatanganan MoU, mengatakan nilai investasi tersebut untuk pembangunan pembangkit dengan kapasitas daya sebesar 10 hingga 11 mega watt (MW). “Di Sumbawa Barat kita merencanakan pembangkit dengan daya 50 mega watt. Tentu nilai investasi nantinya akan bertambah jika pembangunan tahap berikutnya berjalan,” ungkap Celvin.

Untuk pembangunan tahap pertama, Pemerintah Daerah Sumbawa Barat menyiapkan lahan seluas 20 hektar di kecamatan Poto Tano. Untuk pembangunan tahap berikutnya, Pemda akan menyiapkan lahan seluas 60 hektar di sekitar Labuhan Balad Taliwang, dengan catatan pembangunan tahap pertama berjalan sukses.

Celvin menyatakan, sesuai MoU yang disepakati dengan Pemerintah Daerah, lahan tersebut berstatus sewa oleh Corby Coorporation kepada Pemerintah Daerah dengan jangka waktu minimal 20 tahun. Nantinya, Corby bersama Pemerintah Daerah akan membentuk perusahaan kerjasama lokal (lokal join company) sebagai syarat operasional penanam modal asing (PMA) beroperasi di Indonesia. Pemda Sumbawa Barat meminta komitmen Corby untuk memberikan 5 persen saham golden share (cuma-cuma) saat perusahaan itu dibentuk kelak.
“Kami juga menyepakati program-program pemberdayaan masyarakat dan penggunaan tenaga kerja lokal dalam masa konstruksi dan operasional pembangkit listrik kedepan,” sebutnya.

Soal saham golden share, Celvin menyatakan kesiapan Corby untuk memenuhi keinginan Pemda dengan catatan proses pembangunan dan operasional pembangkit berjalan lancar dan aman.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Sumbawa Barat, Hajamuddin, menyatakan dalam MoU disepakati bahwa Corby Coorporation akan menggunakan tenaga kerja lokal dalam masa konstruksi (pembangunan pembangkit) sampai operasional kelak. Juga terdapat klausul tentang program pemberdayaan masyarakat dan dana corporate social responsibility (CSR) dimana Pemda berkeinginan agar pengelolaan program tersebut dibagi 50 -50. “Artinya meskipun dana CSR itu dipegang Corby tetapi ketika Pemda membutuhkan untuk pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat Corby siap menyalurkan,” ungkap Hajamuddin.

Corby Coorporation merupakan perusahaan dengan core bisnis energi baru dan terbarukan (renewable) dan sudah 12 tahun berkecimpung dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin. Selain di Korea Selatan, perusahaan ini juga memiliki proyek di Jepang. Sementara untuk di Nusa Tenggara Barat, perusahaan tersebut merencanakan membangun pembangkit sampai kapasitas 90 MW dimana 50 MW diantaranya akan dibangun di Sumbawa Barat.(EZ)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com