ISIS bom aksi unjuk rasa di Kabul - Sumbawa Kini

Breaking News

Home Top Ad

Space Available (1170 x 250)

Minggu, 24 Juli 2016

ISIS bom aksi unjuk rasa di Kabul


Sumbawa Kini. Com - Militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, kemarin sore saat sedang berlangsung unjuk rasa warga. Akibat ledakan ini 61 orang tewas, 270 lainnya luka-luka dengan 142 di antaranya dirawat intensif di rumah sakit.

Keterangan jumlah korban disampaikan Waheed Majroeh, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan seperti dilansir the Daily Mail, Minggu (24/7). "Angka korban masih bisa bertambah," ujarnya.

Polisi mengidentifikasi dua orang sebagai pelaku bom bunuh diri. Klaim ISIS disiarkan oleh media propaganda mereka, Amaq, beberapa jam setelah insiden. "Prajurit kami meledakkan bom bunuh diri di kerumunan orang Syiah yang berkumpul di Kabul," seperti dikutip dari media ISIS tersebut.

Seperti dilansir Merdeka.Com, Ratusan warga dari etnis Hazara berkumpul di lokasi kejadian untuk menuntut sambungan listrik dari pemerintah pusat. Massa menuntut kabel dari Turkmenistan dialirkan melewati dua provinsi yang dihuni banyak warga Hazara, namun gagasan itu sempat ditolak pemerintah Afghanistan.

Laila Mohammadi, salah satu koordinator unjuk rasa, menyatakan pawai warga belum berlangsung ketika ledakan terjadi. "Ketika saya datang mayat dan korban bergelimpangan," ujarnya.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam serangan ISIS yang kesekian kalinya menimpa Kabul sepanjang tahun ini. Dia mengatakan banyak polisi ikut tewas dan cedera akibat ledakan tersebut.

"Aksi ini adalah wujud oportunisme kelompok teroris yang menyusup ke dalam rombongan pengunjuk rasa, menewaskan banyak korban sipil" kata Ghani melalui keterangan tertulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi SUMBAWA KINI menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di www.sumbawakini.com . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi SUMBAWA KINI akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.sumbawakini.com